TIP’S YOUTUBER PEROLEH MONETISASI GOOGLE ADSENSE

Mendengar pemberitaan penghasilan Atta Halilintar atau Ria Ricis yang teramat wah, menjadikan banyak diantara kita berlomba-lomba ingin mengikuti jejak mereka. Yah, YouTuber. Sebuah profesi baru yang amat menjanjikan. Hanya bermodal email dan kamera handphone, jadilah channel kita. Konten-konten video hasil karya kita, siap mengudara menghiasi dunia maya. Bayangan penghasilan besar pun membahana menghiasi angan kita. 

Menjadi YouTuber memang mudah. Bermodalkan email dan kamera HP, siapapun bisa menjadi YouTuber. Tapi menjadi YouTuber yang menghasilkan, ini tantangan tersendiri. Berbagai macam persyaratan dasar untuk menjadi YouTuber yang menghasilkan, ternyata tidak semudah bayangan kita. Minimal 1000 subscriber dan 4000 jam tayang, bukan perkara mudah. Apalagi prasyarat lainnya terkait originalitas konten yang musti kita penuhi, musik pengiring yang tidak boleh melanggar hak cipta orang lain, sampai obyek shooting video yang tidak boleh sembarang asal shoot, cukup menyulitkan untuk bisa memperoleh monetisasi dari Adsense. 
 
Mencapai syarat minimal monetisasi dari Adsense, yakni 1000 subcriber dan 4000 jam tayang, untuk sementara orang bisa dibilang mudah, tapi sementara yang lainnya dibilang sulitnya setengah mati. Ada diantara temen-temen YouTuber yang hanya beberapa minggu bikin channel langsung dapat ribuan subscriber dan peroleh monetisasi, tapi banyak pula yang sampai tahunan jumlah subscriber tidak mencapai syarat minimal. 
 
Berdasar pengalaman pribadi, terinspirasi oleh temen-temen sesama hoby mancing yang sukses membuat channel YouTube, saya membuat channel serupa. Puluhan video mancing saya buat dalam kurun waktu satu tahun, ternyata hanya peroleh subscriber kurang dari 100 orang, dan jam tayang hanya dikisaran 50 jam. Teramat jauh dari syarat minimal monetisasi ditentukan. Dan rasa putus asa pun menghantui. Akhirnya, kubiarkan itu channel terbengkelai.
 
Suatu ketika, sebagai guru BK SMA saya sering ditanya oleh para siswa yang hendak lanjut ke perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi negeri. Puluhan bahkan ratusan siswa selalu bertanya pada pertanyaan yang sama, yakni: Bagaimana cara mendaftar? Syarat apa agar bisa diterima? PTN mana yang paling mudah ditembus? Berapa nilai untuk bisa diterima di PTN ini? Dan lain sebagainya pertanyaan senada yang musti saya jawab. Merasa bosan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, akhirnya jawaban saya buat dalam lima buah video dan taruh di channel YouTube. Selanjutnya saya tinggal mengarahkan link nya saja tiap kali ada pertanyaan dari siswa.
 
Tanpa diduga dan tanpa dinyana, lima buah video asal-asalan yang saya buat hanya sekedar untuk menjawab pertanyaan siswa-siswi saya, ternyata ditonton tidak hanya oleh siswa-siswi saya saja, tapi juga puluhan ribu siswa sekolah lain yang memiliki pertanyaan yang sama. Dan hanya dalam waktu 1 (satu) bulan, lima video tersebut ditonton lebih dari 300 ribu viewer, menambah kisaran 3.750 subcriber baru, dan jam tayang mencapai lebih dari 8000 jam. Bayangkan, hanya 5 (lima) video yang diunggah dalam kurun waktu 1 (satu) bulan, menjadikan bulan itu juga channel yang sudah saya lupakan langsung peroleh monetisasi dari Adsense. Ini menjawab pertanyaan, bahwa kalau mau peroleh monetisasi dari Adsense, maka video yang diunggah musti  “Video dengan Konten Aktual dan Dibutuhkan”.
 
Semoga tip’s yang sedikit ini menginspirasi kalian yang pingin jadi YouTuber.
 
 
 
 
 
 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.