TIP’S MEMILIH PERGURUAN TINGGI

Mengambil keputusan mendaftar pada suatu perguruan tinggi, baik itu negeri dan terlebih swasta, musti dipertimbangkan masak-masak alasannya. Jangan asal mudah diterima dan murah, langsung kita mendaftar. Pertimbangkan masak-masak sebelum mendaftar, agar jangan sampai menyesal kelak kemudian hari.

Ada beberapa tips yang bisa dijadikan pertimbangan sebelum kita mendaftar pada suatu perguruan tinggi, diantaranya adalah:

  1. Reputasi Perguruan Tinggi. Reputasi atau citra suatu perguruan tinggi bisa didapat dari berbagai informasi, diantaranya: pemberitaan media masa, cerita-cerita orang yang pernah atau sedang kuliah di situ, track record alumninya, atau bisa juga diperoleh dari hasil browsing internet. Semisal ada pemberitaan bahwa mahasiswa suatu perguruan tinggi tertentu banyak yang melakukan tindak kriminal, maka itu masuk reputasi yang buruk. Atau alumninya banyak yang nganggur, ini juga citra yang kurang baik. Sebaliknya kalau ada cerita-cerita kuliah disitu enak, fasilitasnya lengkap dan bagus, maka ini masuk kategori reputasi yang baik. Lulusannya begitu lulus langsung dapat kerjaan, ini citra yang bagus juga. Dan sebagainya. Nah, berdasar cerita-cerita, berita atau informasi semacam itu maka kita bisa menilai, suatu perguruan tinggi memiliki reputasi yang bagus atau sebaliknya. Kalau reputasinya bagus, silahkan mendaftar. Tapi jika sebaliknya, wah…. sebaiknya pikir ulang sebelum mendaftar.
  2. Status Akreditasi. Akreditasi perguruan tinggi merupakan penentuan standar mutu dan penilaian yang dilakukan oleh BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional – Perguruan Tunggi). Tujuan akreditasi perguruan tinggi adalah sebagai upaya pemerintah untuk menstandarisasi dan menjamin mutu alumni suatu perguruan tinggi sehingga kualitas lulusan antara perguruan tinggi satu dengan linnya tidak terlalu bervariasi dan sesuai kebutuhan kerja. Terdapat 3 (tiga) macam nilai akreditasi perguruan tinggi, yakni:
    • Akreditasi A, nilai antara 361 – 400
    • Akreditasi B, nilai antara 301 – 360, dan
    • Akreditasi C, nilai antara 201 – 300

Di bawah nilai C, maka perguruan tinggi tersebut tidak atau belum terakreditasi. Lalu, apa manfaat akreditasi bagi kita calon mahasiswa?! Semakin tinggi nilai akreditasi suatu perguruan tinggi, semakin menjadi jaminan kita peroleh peluang kerja setelah lulus nanti. Pun sebaliknya, semakin rendah (atau bahkan tidak ada) akreditasi suatu perguruan tinggi, maka semakin tidak ada jaminan bahwa kompetensi lulusannya diakui oleh dunia kerja. Karenanya, pilihlah perguruan tinggi yang sudah terakreditasi dengan baik agar kelak dikemudian hari punya kesempatan kerja yang lebih memadai.

  1. Fasilitas Pendidikan. Keberadaan fasilitas atau sarana dan prasarana pada suatu perguruan tinggi akan menunjang kegiatan akademik dan non-akademik mahasiswanya, serta mendukung terwujudnya proses belajar-mengajar yang kondusif. Semakin lengkap fasilitas dimiliki suatu perguruan tinggi, semakin memudahkan mahasiswanya dalam menyerap, memahami, menguasai dan mengaplikasikan ilmunya. Artinya, mahasiswa lulusan perguruan tinggi yang fasilitasnya semakin lengkap, akan dianggap semakin kompeten dalam penguasaan ilmu pengetahuannya. Dampaknya, dunia kerja akan semakin siap menerima lulusan perguruan tinggi tersebut. Maka jadikanlah kelengkapan fasilitas suatu perguruan tinggi sebagai dasar tempat kalian melanjutkan kuliah.
  2. Prospek Lulusan. Tidak bisa dipungkiri bahwa tujuan kuliah adalah peroleh peluang kerja yang semakin memadai. Carilah informasi sebanyak-banyaknya track record atau kelanjutan dari para alumninya. Apakah banyak alumninya yang langsung diterima di dunia kerja, ataukah yang masih menganggur?! Yang diterima di dunia kerja apakah bekerja di bidang yang sesuai kompetensinya, ataukah jauh dari kompetensi pendidikannya yang dimiliki?! Hal-hal tersebut harus menjadi pertimbangan bagi kita memilih suatu perguruan tinggi tempat kelanjutan kuliah kita.
  3. Biaya Pendidikan. Meski sekarang ini banyak ditawarkan beasiswa dari pemerintah (KIP Kuliah, Bidikmisi, dll), namun tidak bisa dipungkiri bahwa bantuan pembiayaan tersebut belum bisa memenuhi kebutuhan pembiayaan perkuliahan kita, terlebih lagi bagi mahasiswa yang harus kuliah di luar kota dan harus tinggal ditempat kost atau asrama. Terkait pembiayaan ini musti diperhitungkan masak-masak sebelum kita mendaftar pada suatu perguruan tinggi, karena bisa saja menjadi penyebab kegagalan kuliah kita.

Itu barangkali sedikit tips dalam kita memilih perguruan tinggi sebagai tempat kelanjutan studi kita. Yang sedikit ini mudah-mudahan membari manfaat bagi kita semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *