MENGENAL EMOSI

Emosi adalah sifat dasar manusia, bisa muncul di mana pun dan kapan pun tanpa bisa kita kontrol kehadirannya. Mengungkapkan emosi tertentu secara tidak tepat dapat memunculkan masalah baru yang bisa mengganggu pemikiran cerdas, dan sering juga menyebabkan kesalahan. Misal: disaat menghadiri upacara pemakaman, tiba-tiba Anda tertawa karena sambil membaca pesan lucu whatAps dari teman anda. Karenanya, gunakan dan kendalikan emosi secara efektif dan tepat. Jangan biarkan emosi mengendalikan diri Anda.

Mengatur tingkat emosi tak ubahnya membaca suhu pada thermometer. Tidak terlalu panas, tidak pula terlalu dingin – pas untuk merasa nyaman. Ini berlaku untuk emosi positif dan emosi negatif. Tidak memunculkan ekspresi gembira secara berlebihan manakala peroleh stimulus menyenangkan, pun sebaliknya tidak terhanyut dalam kesedihan yang mendalam manakala dihadapkan pada sesuatu yang menyakitkan. Kemampuan mengendalikan emosi merupakan salah satu kunci sukses dalam kehidupan Anda.

 

APAKAH EMOSI ITU?

Ada beberapa definisi emosi. Beberapa mengungkapkan konsep ini melalui ekspresi wajah mulut dan pengalaman emosional. Yang lainnya adalah ekspresi perasaan lokal (singkat dan cepat). Lainnya lagi adalah perasaan yang diungkapkan secara khusus kepada orang lain. Dengan kata lain, jika kita merangkum semua definisi, emosi adalah gerakan ekspresif yang mengungkapkan sikap seseorang terhadap suatu tindakan atau peristiwa tertentu yang membawa informasi tentang situasinya.

Terdapat tiga jenis emosi, yakni:

  • Emosi positif, yakni emosi yang memunculkan rasa bahagia, gembira, menyenangkan, sukacita, dll. Emosi positif ini biasanya ditunjukkan dengan ekspresi wajah tersenyum, bahasa tubuh dan sikap yang santai, bahkan nada suara yang ceria dan menyenangkan.
  • Emosi negatif, yakni emosi yang memunculkan rasa kesedihan, ketakutan, kecemburuan, kebencian, amarah, amukan, dendam, sakit hati, tersinggung, dll; Dan biasanya emosi kesedihan ditunjukkan dengan perilaku murung, lesu, cenderung diam, menangis, menarik diri dari orang lain, dan sejenisnya.
  • Emosi netral atau sering juga disebut emosi terkejut, yakni emosi yang muncul saat seseorang mendapati situasi atau momen yang tidak disangka-sangka. Emosi netral biasanya ditunjukkan dengan: (a) ekspresi wajah, seperti mengangkat alis, melebarkan mata, dan membuka mulut; (b) response fisik seperti melompat; dan (3) reaksi verbal, seperti berteriak, menjerit, atau megap-megap. Namun dalam perkembangannya, emosi netral atau terkejut ini bisa berubah kearah negatif atau positif, tergantung stimulusnya masuk kategori mana. 

 

CARA MENGELOLA EMOSI

Kemampuan mengelola emosi sangat penting bagi siapa pun. Pertama, emosi sering kali muncul di tempat dan waktu yang salah. Kedua, perasaan kita bisa melukai orang lain di sekitar kita. Ketiga, jika kita diliputi emosi akan sulit untuk bisa fokus pada sesuatu.

Emosi yang berlebihan membuat kita sulit untuk rileks dan melepas lelah. Kemampuan untuk mengelola emosi merupakan ciri kepribadian yang berkembang, dan biasanya dimiliki oleh orang-orang yang berperilaku baik, yang mampu mengendalikan emosinya bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun. Kemampuan mengelola emosi harus dikembangkan. Anda dapat melakukan ini sendiri atau dengan bantuan terapist khusus.

Dalam kesempatan ini, saya akan merangkum beberapa tips tentang bagaimana mengendalikan emosi:

  1. Lihat wajah Anda. Sebelum emosi menguat, hilangkan dengan mengubah ekspresi wajah Anda menjadi lebih netral. Jika Anda bisa melakukan ini, intensitas keinginan akan segera hilang. Jika ini membuat Anda tidak nyaman, Anda harus fokus melatih keterampilan untuk tetap tenang. Keterampilan ini adalah cara paling efektif dan termudah untuk mengendalikan emosi. Buatlah daftar saat-saat wajah Anda mengekspresikan emosi (pemberontakan, kemarahan, menggerutu, dll.). Ini sering terjadi ketika Anda harus melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan. Latihlah wajah tenang untuk mengendalikan situasi sehari-hari. Setelah dua minggu latihan, Anda akan mulai sukses dan setelah enam bulan akan menjadi kebiasaan yang sesuai. Dengan cara ini Anda dapat melihat bagaimana belajar menguasai diri dan itu akan memotivasi Anda untuk berlatih lebih lanjut. 
  2. Perhatikan pernapasan Anda. Manakala merasakan gejolak emosi hendak meledak, tarik nafas dalam-dalam dan tahan. Hitunglah hingga angka sepuluh, baru kemudian hembuskan. Dengan cara itu emosi anda akan mereda. Latihlah ini setiap kali anda merasa emosi akan menguasai anda.
  3. Belajar mengendalikan pikiran Anda karena mereka cenderung mengendalikan perhatian kita. Jika Anda memikirkan aspek positif kehidupan, maka Anda sedang memancing emosi positif (pikiran negatif menghasilkan emosi negatif). Tugas Anda adalah mencegah pikiran negatif. Ini dapat dilakukan dengan beralih ke refleksi lain yang lebih positif. Untuk melakukan ini, Anda perlu mengucapkan kalimat positif dengan lantang, atau memikirkan gambar positif yang cerah (misalnya, bunga yang indah, pelangi, dll.).
  4. Belajar mengatur suasana hati Anda. Emosi yang Anda alami bergantung pada suasana hati Anda. Oleh karena itu, tugas Anda adalah meningkatkan mood Anda secara konstan. Cara termudah adalah memilih tindakan yang membuat Anda merasa nyaman dan melakukannya setiap saat.

 

YANG PERLU DIRENUNGKAN TENTANG EMOSI ANDA

  1. Anda tidak bisa memilih emosi, karena emosi muncul di bagian otak yang tidak Anda kendalikan.
  2. Emosi melanggar aturan moralitas. Mereka tidak buruk atau baik, benar atau salah. Itu hanya sekedar emosi.
  3. Anda bertanggung jawab atas emosi Anda.
  4. Anda bisa menekan emosi, tetapi tidak bisa menyingkirkannya.
  5. Emosi bisa menyesatkan, tapi bisa juga membawa ke jalan yang benar. Itu semua tergantung pada tindakan Anda.
  6. Semakin kuat Anda mengabaikannya, semakin kuat mereka jadinya.
  7. Satu-satunya cara untuk mengatasi emosi adalah membiarkannya dirasakan.
  8. Emosi dapat membangkitkan pikiran. Namun Anda dapat menggunakan pikiran Anda untuk memanipulasinya.
  9. Anda perlu memahami perasaan Anda dan apa yang mereka katakan kepada Anda sehingga Anda dapat mengatasi stres. Dengan kata lain, Anda perlu mencerna perasaan Anda.
  10. Setiap emosi membawa pesan penting. Meskipun Anda mencoba menyembunyikannya, pesan ini akan membantu Anda untuk lebih memahami. Bantulah diri Anda sendiri dan terima apa pun yang Anda rasakan.
  11. Bagaimana orang tua Anda bereaksi terhadap perasaan Anda akan menentukan bagaimana Anda berhubungan dengan perasaan Anda sekarang. Saat Anda dewasa, emosi Anda tumbuh bersama Anda. Mereka berevolusi, menjadi lebih dalam dan lebih kuat, yang pada akhirnya akan menjadi karakter.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.